Berita

Inovasi GITAR BALI ( Gerakan Jemput Antar Balita )

kapus kapus
·
31 Jul 2026
·
7 menit baca
·
18 dilihat
Inovasi GITAR BALI ( Gerakan Jemput Antar Balita )

Inovasi GITAR BALI merupakan suatu program
yang dimaksudkan untuk meningkatkan kunjungan
balita ke posyandu. GITAR BALI mengupayakan
pelayanan tumbuh kembang balita agar terpantau
dengan optimal.
Inovasi GITAR BALI melalui 4 tahapan yaitu :
1. KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi)
tentang Pelayanan Posyandu balita meliputi
layanan kesehatan apa saja untuk balita di
posyandu dan Tumbuh kembang balita yang
sesuai dengan buku KIA.
2. Balita rutin datang ke posyandu setiap bula
3. Balita mendapatkan pelayanan pemantauan
Tumbuh dan kembang di Posyandu serta
Pelayanan Kesehatan lainnya.
4. Tindak lanjut bagi balita yang bermasalah gizi
Di tingkat Puskesmas disediakan aplikasi E-
PPGBM/ (Sigizi Terpadu) untuk memproses data
balita yang dilayani agar terlihat semua indikator
kinerja Gizi mengenai penimbangan dan

pelaksanaan posyandu balita serta balita dengan
masalah gizi.
Semua biaya operasional di tanggung oleh APBN
(DAK NON FISIK) artinya semua pelayanan
GITAR BALI tidak di pungut bayaran (gratis).
Dengan implementasi inovasi GITAR BALI dapat
meningkatkkan kunjungan balita ke posyandu
(D/S) mengurangi angka balita dengan masalah
Gizi. Dengan capaian kunjungan 80 % balita
yang datang dan dilayani di posyandu untuk tahun
2023. Sedangkan 2024 target indikaor D/S balita
di posyandu 85 %.
Puskesmas Inuman merupakan Puskesmas rawat
inap meliputi 14 (Empat belas) desa yang ada di
Kecamatan Inuman dengan luas wilayah 453,01 Km²
dan jumlah penduduk 15,825 jiwa. Jumlah posyandu
di wilayah kera Puskesmas Inuman sebanyak 26 dan
Kader Posyandu Sebanyak 130 Orang. Bidan Desa
sebanyak 14 orang. Jumlah sasaran balita tahun
2023 sebanyak 1005 jiwa dengan kunjungan
posyandu sebanyak 76% rata2 pertahun, Rata-Rata
balita Wasting 4% dan Rata-Rata balita stunting
8.2%. untuk kunjungan D/S balita di posyandu
paling kecil di Triwulan 1 sebesar 70 % sedangkan
untuk target indikator kinerja gizi D/S sebesar 80%.
hal ini terjadi karena Ibu balita dengan masalah
status gizi merasa malu untuk membawa anaknya ke
posyandu di bulan berikutnya sehingga balita dengan
malnutrisi tidak terpantau, akses transportasi tidak
ada dan kecemasan ibu saat anak akan di lakukan
imunisas.
Pada Tahun 2013 terdapat kasus Malnutrisi
Balita dengan Gizi buruk sebanyak 1 kasus dan
sudah ditatalaksana gizi buruk. Balita Stunting 12 %
(119 balita) dan balita Wasting sebanyak 7% (68

Balita). Untuk Prevalensi stunting target di tahun
2023 sebesar 16 % dan wasting 7.3%. Balita dengan
Malnutrisi diakibatkan Asupan Makanan Ibu saat
awal kehamilan sampai anak usia 2 tahun (1000
HPK), Faktor Ekonomi, Faktor Penyakit Penyerta
dan Kebersihan Lingkungan. Dengan adanya Gitar
Balita diharapkan Balita terpantau Status Gizi nya
sehingga Status Gizi anak semakin baik.
Setelah dilakukan kegiatan Gitar Bali ini, ada
peningkatan kunjungan balita yang ditimbang di
posyandu menjadi 85.2% di tahun 2024 dengan
sasaran balita naik dari tahun sebelumnya menjadi
1.067. Balita Stunting 11 %, wasting 7.6 % dan
underweight 11.5 %. Ditahun 2024 indikator kinerja
untuk balita yang ditimbang di posyandu 80%. Hal
ini menunjukkan bahwa ada peningkatan dari tahun
sebelumnya dan sudah mencapai target. Untuk
prevalensi stunting dan underweigth masih sesuai
target. Untuk stunting minimal 14 % dan
underweight 12 %. sedangkan prevalensi wasting
melebihi blm mencapai target yaitu minimal 7%.d
Dengan adanya kegiatan Gitar Bali ini diharapkan
semakin terjaring balita yang mempunya masalah
gizi dan dapat dilakukan upaya perbaikan agar Status
Gizinya tidak semakin buruk.
Keunikan Inovasi GITAR BALI ini adalah
kegiatan yang dilakukan oleh kader posyandu balita
demi meningkatkan kunjungan balita ke posyandu.
Kegiatan Inovasi ini juga untuk menumbuhkan sikap
peran aktif kader dalam meningkatkan kunjungan
balita ke posyandu.
Kegiatan Posyandu yang dilakukan setiap Bulan
nya bukan hanya penimbangan dan Pengukuran
Antropometri saja, melainkan dilakukan nya
SDIDTK untuk memantau perkembangan balita,

kelas balita, Pemberian Obat Cacing,Vitamin A serta
pelayanan Imunisasi untuk meningkatkan Imunitas
Balita terhadap Penyakit. Inovasi GITAR BALI
awalnya dilaksanakan pada tahun 2024 oleh kader-
kader posyandu yang ada di wilayah kerja puskesmas
inuman karena kunjungan posyandu belum
mencapai target.
Pelaksanaan inovasi GITAR BALI ini diawali
dengan penyuluhan kepada ibu Balita pada kegiatan
Posyandu Balita dengan materi sesuai dengan juknis
pelaksanaan Posyandu Balita. Pada saat materi
mengenai layanan di posyandu, tenaga kesehatan bisa
memberikan contoh mengenai apa saja yang
didapatkan saat pelayanan posyandu menggunakan
buku KIA. Pada saat hari pelayanan posyandu, balita
yang tidak hadir akan dilakukan Gitar Bali (Gerakan
Jemput Antar Balita). Balita dengan akses yang jauh
dan tidak tersedianya alat transportasi ke posyandu.
Pertama kader mendata balita yang akan dilakukan
Gitar Bali, kemudian kader menjemput ibu dan
balitanya ke posyandu. Kemudian dilakukan
pelayanan posyandu balita. Setelah selesai pelayanan
posyandu, ibu dan balita akan diantar ke rumahnya
oleh kader.
Selain kegiatan Gitar Bali, untuk meningkatkan
kunjungan balita ke posyandu, perlu adanya
dukungan dari pihak pemerintahan desa dengan
memberikan makanan tambahan (PMT) untuk balita
dengan menu yang bervariasi dan kreatif penuh gizi.
Supaya ibu dan balita lebih semangat untuk datang
keposyandu. Tersedianya alat antropometri yang
sesuai standar dan akurat juga memberikan
kepercayaan ibu balita untuk menimbang anaknya
keposyandu.
Kegiatan inovasi ini tidak bisa dilakukan dengan

baik apabila kader tidak aktif dan tidak mau
berkontribusi. Supaya kegiatan Gitar Bali ini tidak
memakan waktu yang panjang, setiap kader
posyandu sudah memiliki anak asuh masing-masing
dibagi sesuai sasaran balita di wilayahnya. Setiap
kader bertanggung jawab dengan anak asuh masing-
masing untuk mengajak dan datang ke posyandu.
Hanya balita yang sulit akses dan tidak tersedia alat
transportasi yang akan dilakukan Gitar Bali.
Untuk menjaga keberlansungan dan kualitas
inovasi GITAR BALI dilakukan
penilaian/assessment, monitoring/evaluasi. Kegiatan
monitoring evaluasi di laksanakan secara internal
maupun Tim. Tim pertama terdiri dari Kepala
Puskesmas, Bidan Desa, dan TPG Tim kedua PJ
UKM dan PJ Mutu. Monitoring Evaluasi tehnis
pelaksanaan pelayanan Balita di posyandu
menggunakan sistem skoring :
1. Kinerja petugas pemberi layanan di posyandu
2. Keinerja Kader di Posyandu
3. Evaluasi hasil pelayanan
4. Tanggapan /respon dari Ibu Balita penerima
layanan
Sistem penilaian/assessment dilakukan setiap
bulannya atau sewaktu-waktu bila diperlukan.
Penilaiam /assessment dilakukan dengan analisa
laporan yang di buat oleh petugas pemberi layanan.
Monitoring dan evaluasi pelaksanaan inovasi
Gitar Bali dilakukan secara berkala oleh Bidang
Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Bagian
Mutu, UKM dan Pj Program Gizi yang hasilnya pada
Indikator Kinerja Gizi setiap bulannya di web sigizi
terpadu (E-PPGBM) , dengan hasil inovasi program
dengan melibatkan tenaga Kesehatan sebanyak 30
orang dan kader Kesehatan 130 orang yang

merupakan wujud keterlibatan masyarakat.
Inovasi Gitar Bali ini sudah direplikasi/tiru
oleh beberapa fasilitas pelayanan kesehatan tingkat
pertama (FKTP) antara lain :
1. Puskesmas Cerenti
2. Puskesmas Baserah
3. Puskesmas Koto Rajo
Inovasi ini mudah direplikasi karena inovasi ini
mudah untuk di terapkan di Posyandu. Mudah
direplikasi karena sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuan sumber daya tenaga kesehatan yang di
miliki oleh masing-masing Puskesmas pereplikasi.
Pelaksaan sangat mudah karena hanya melakukan
kegiatan jemput antar balita.
Terpenting yang memudahkan replikasi inovasi
adalah semua puskesmas memiliki permasalahan
yang hampir sama, seperti masih rendahnya capaian
kunjungan Balita ke posyandu terutama karena jarak
yang jauh dan tidak adanya kendaraan. Cakupan
imunisasi juga berpengaruh dengan jumlah
kunjungan balita ke posyandu. Jumlah balita dengan
malnutrisi juga akan dapat terdeteksi juka kunjungan
balita di posyandu meningkat.
Sumber daya keuangan yang digunakan dalam
inovasi ini bersumber dari dana APBN dengan Dana
Alokasi Khusus Non Fisik (DAK Non Fisik).
Sumber daya manusia adalah Setiap Kader Posyandu
yang Aktif di setiap Posyandu. Metode yang
digunakan adalah kolaborasi yang terintegrasi dari
bidan desa. Adapun peralatan atau material
menggunakan hanya kendaraan Roda 2 (Sepeda
Motor) dan BBM.

Strategi terpenting untuk menjaga keberlanjutan
Inovasi :

1. Strategi institusional berupa Pedoman
Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar di Pos
Pelayanan Terpadu di tuang dalam Permendagri
No.19 tahun 2011 tentang Posyandu. Permenkes
No. 25 tahun 2014 mengatur tentang Upaya
kesehatan anak, termasuk kegiatan Posyandu.
Permenkes No. 4 Tahun 2019 mengatur tentang
Organisasi Tata kerja Puskesmas, yang mencakup
peran Puskesmas dalam Pembinaan Posyandu.
Permenkes No. 14 Tahun 2019 mengatur tentang
Surveilans Gizi, untuk memantau Status Gizi
Balita di posyandu.
2. Strategi Sosial dilakukan dengan mengoptimalkan
keterlibatan masyarakat terutama kader Posyandu
Balita dalam mengedukasi ibu Balita tentang
Layanan di Posyandu hal ini dilaksanakan setiap
kegiatan Kelas Balita yang terintegrasi dengan
Posyandu Balita serta pelayanan Imunisasi dan
SDIDTK yang dilakukan oleh bidan Desa
maupun Petugas kesehatan terkait layanan.
tersedia 130 orang kader Kesehatan program
Balita dan 14 orang bidan desa yang terlibat hal
ini sangat penting dalam permasalahan Tumbuh
Kembang Balita yang sangat butuh perhatian
terutama balita dengan Malnutrisi dan masalah
perkembangannya.. Peran suami sebagai kepala
keluarga dalam rumah tangga sangat di perlukan
dalam memberikan dukungan kepada istrinya
dalam Kegiatan Posyandu ini. Mengoptimalkan
pelaksanaan Posyandu yang meliputi kelas balita
di setiap desa sebagai wadah pertemuan rutin
dengan petugas kesehatan. Terdapat 26 posyandu
yang berperan penting dalam memberikan
pelayanan, informasi dan edukasi tentang

Pentingnya posyandu balita kepada ibu balita dan
keluarga balita.
3. Strategi Manajerial dilakukan dengan memastikan
seluruh proses pelaksanaan pelayanan posyandu
berjalan optimal. Memastikan seluruh komponen
unit layanan dari kader posyandu, bidan desa dan
Pustu/poskesdes. Peningkatan Kompetensi kader
posyandu dilakukan setiap tahunnya agar semua
petugas dapat menjaga mutu layanan dengan
selalu update ilmu terbaru mengenai layanan di
posyandu.
Dari sisi SOP dilakukan kepastian menjamin agar
layanan Gitar Bali di Posyandu berjalan dengan baik.
Inovasi juga di dukung dengan menerapkan aplikasi
Sisfo Gizi Terpadu yang merupakan aplikasi online
dengan basis website, aplikasi ini berguna untuk
peginputan kunjungan balita beserta layanan balita
diposyandu setiap bulan nya serta pelaporan
Indikator kinerja gizi di posyandu.
Pada tahun 2024 Puskesmas Inuman
mengadakan Lomba Kader Aktif di posyandu untuk
meningkatkan kinerja kader posyandu serta keaktifan
Pelayanan posyandu serta pelaksanaan Gitar Bali ini.
Pada tahun 2024 juga dilakukan lomba kader
memask PMT Terkreatif untuk meningkatkan
kreatifitas kader dalam pengolahan PMT di
posyandu.
Keberlangsungan Inovasi ini sangat ditentukan
oleh peran serta keaktifan dari masing-masing kader
di setiap desa. Untuk meningkatkan keterpaduan
program inovasi maka diadakan evaluasi setiap
bulannya dengan semua petugas yang terlibat dan
setiap triwulan dengan lintas sektor. Hal ini di
lakukan untuk mengetahui sejauh mana capaian

program inovasi dan mengiventerisi permasalahan
dan kendala yang di temukan dalam melaksanakan
inovasi ini.

K
Ditulis oleh kapus

Administrator

Kembali ke Beranda Lebih banyak di Berita

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Membalas ke

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!